Surat Sayang Kami Untuk Kamu

oleh Ustazah Erni Purwaningsih

Assalamualaikum, Nak.

Bagaimana kabarmu? Kami doakan semoga engkau sekeluarga selalu dalam lindungan Allah Swt.

Nak, akhirnya kita mengawali tahun pelajaran baru dengan tetap berada di rumah, ya. Setelah sebelumnya per 2 pekan kita diimbau untuk belajar dari rumah sementara. ‘Sementara’ itu ternyata masih berkelanjutan sampai sekarang, dengan perintah yang lebih tegas dari pemerintah bahwa kita ‘harus’ belajar dari rumah.

Mengapa kita harus belajar dari rumah, InsyaAllah engkau mengerti. Namun mengapa masih juga belum bisa kembali belajar di sekolah, kita perlu belajar memahami.

Tidak mudah bagi kami, gurumu, untuk mendidikmu dengan jarak yang sedemikian jauhnya. Tidak mudah bagi kami untuk mengubah kelas selebar layar monitor laptop atau handphone. Tidak mudah bagi kami untuk menyentuhmu, membelai kepalamu sembari mendoakan kesejahteraan untukmu.

Kami perlu waktu untuk menyiapkan kelas yang spesial untukmu. Kami sadar bahwa engkau akan jemu jika hanya mendengar suara merdu kami. Apalagi bila hanya memintamu membaca buku sendiri. Di kelas saja, mata kami tak mudah berpaling darimu, apalagi hanya di layar kaca. Bukan karena kami tak percaya padamu, tapi karena begitu istimewanya dirimu, begitu aktif dan cerdasnya karya-karyamu. Kami harus berpacu dengan waktu untuk selalu menambah ilmu agar engkau mendapat pengetahuan baru.

Meski di antara kami telah lanjut usia, namun tak menyurutkan semangat kami untuk berlari bersama. Kami harus upgrade ilmu, teknologi , dan kreasi. Kami harus jadi sutradara sekaligus artis multitalenta.

Dan kami pun merasa, tak mudah bagimu mencurahkan isi hatimu lewat layar buatan manusia. Tak mudah bagimu pula untuk bercanda dengan kami atau bergandengan tangan dengan teman-temanmu melalui batasan-batasan saat ini.

Engkau perlu tetap berseragam meski hanya di rumah saja. Engkau tetap harus memakai dasi sekolah meski sekadar menampakkan wibawa. Engkau tetap membawa bekal makanan dan minuman meski kotaknya berpndah dari dapur ke kamar saja. Engkau pun harus menyiapkan buku pelajaran yang tak sempat masuk ke dalam tas.

Meski semua telah siap dan sempurna, tak jarang Bunda dan Ayah menjumpaimu tak tegak lagi di depan layar kaca. Ketika mata dan tubuhmu lelah, langsung saja kantuk datang dan menyerang. Jadi kami, yang artis dadakan, tak lagi kau pandang. Belum lagi dengan tugas yang tanpa kami dampingi, kadang kau kerjakan asal-asalan. Karenanya, kami salut padamu yang tetap bertahan, bersemangat, bersungguh-sungguh dalam belajar, karena engkau tahu bahwa engkaulah yang haus ilmu, bukan kami, atau Bunda dan Ayah. Dan untuk semangat mendampingi belajar yang Bunda dan Ayah berikan padamu, kami titip salam pada beliau, ya. Semoga Allah jadikan Bunda dan Ayah sebagai manusia hebat yang terkenal oleh penduduk bumi dan langit.

Jadi, Nak, karena tidak ada seorang pun dari kita yang akan bahagia, bila melihat saudara kita terbaring sakit karena memaksa untuk kembali ke sekolah padahal pandemi belum juga berlalu, kami mohon, tetaplah bersabar, ya, Nak. Kami pun akan menahan rindu kami di hati menjadi untaian doa di setiap tangan yang menengadah pada-Nya.

Tetaplah menjadi anak yang solih dan solihah, patuh pada orang tua, serta selalu menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

InsyaAllah, Allah siapkan hadiah terindah untuk semua kesabaran dan semangat belajar kita dari surga-surga kecil rumah kita.

Salam sayang kami, padamu..

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.